| Daerah Ingin Pembangunan Koperasi tidak Terpinggirkan |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Senin, 16 November 2009 21:46 |
|
Kementerian Negara Koperasi dan UKM merupakan satu instansi yang pertama kali merespon program 100 hari. Mereka mengelar Rapat Koordinasi Tingkat Nasional yang diikuti oleh perwakilan semua Provisnsi dan Kabupaten/Kota. Sepanjang rapat peserta mengikuti dengan antuisas. "Selama ini pembangunan Koperasi dan UMKM di daerah masih dianaktirikan. Kami meminta agar Kementerian bisa menerbitkan surat keputusan yang memberi penekanan khusus kepada Gubernur dan Bupati/Walikota agar memberi priorotas lebih kepada pengembangan koperasi di daerah. Persoalan krusial yang selama ini kami hadapi di daerah," jelas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gorontalo Utari Asri Ode. Begitupun soal program Pengembangan Koperasi dan UMKM, masih banyak terjadi tumpang tindih program pemberdayaan lintas departemen. Hal yang cukup keras adalah permintaan agar penyaluran dana bergulir oleh LPDB bisa dilakukan langsung kepada Koperasi Primer. Selama ini, peserta merasa aliran dana bergulir belum menyentuh secara esensial kepada pelaku usaha Koperasi dan UMKM. ”Selama ini, kalau masih melalui bank, efek langsungnya bunga pinjaman menjadi tinggi,” kata Edi Topo dari Dinas Koperasi dan UKM kabupaten Wonogiri. KONSOLIDASI
Menanggapi kondisi itu, Deputi Bidang SDM Kementerian Koperasi dan UKM Neddy Rafinaldy menyatakan secara prinsip pemerintah memang harus banyak konsolidasi. Menurut Neddy, keinginan peserta agar dana dekonsentrasi langsung untuk pengembangan SDM Koperasi di tingkat Kabupaten/Kota sangat mungkin dilakukan. ”Selama ini dana dekonsentrasi memang langsung dikelola oleh provinsi. Dengan adanya perkembangan ini, bisa saja kita ambil kebijakan agar bisa untuk kepentingan pengembangan SDM,” katanya. Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Fadjar Sofyar menambahkan, dalam soal pembiayaan LPDB telah menyiapkan dana 800 miliar yang akan dikembangkan langsung ke koperasi primer. ”Kita juga meminta kepada 80 Kabupaten/Kota yang mendapatkan penghargaan sebagai pemda yang mempunyai komitmen tinggi kepada Koperasi agar segera mengajukan proposal pembiayaan ke LPDB,” katanya. Menurut Fadjar, Rakornas ini menjadi strategis karena keberadaan LPDB menjadi lebih dikenal mereka. ”Intinya kita akan terus memperbaiki proses penyaluran agar bisa langsung ke koperasi,” katanya. Ikhwan Asrin, Deputi Bidang Pemasaran dan Pengembangan Jaringa Usaha Kementerian Koperasi dan UKM menambahkan, koperasi akan bagus kalau keseluruhan program terintegrasi. ”Antara produksi, pembiayaan, pengembangan SDM dan pemasaran harus satu langkah,” katanya. Rumusan Hasil Rakornas Koperasi dan UMKM 2009
(Sumber : Jurnal KUKM Media Indonesia, 16 Nopember 2009) |