| Kadin Jaya Gandeng Lembaga Pembiayaan UKM |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Rabu, 27 Januari 2010 10:41 |
|
JAKARTA Kadin Jaya akan menggandeng sejumlah lembaga pembiayaan yang dapat membantu permodalan bagi usaha skala mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi di Jakarta agar dapat bersaing pada era perdagangan bebas.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri DKI Jaya Eddy Kuntadi mengatakan permodalan menjadi persoalan utama mayoritas dunia usaha, khususnya UMKM dan koperasi yang sulit diperoleh dari bank karena tidak dapat memnuhi persyaratan lembaga keuangan tersebut. “Kerja sama dengan lembaga itu juga sebagai sosialisasi alternatif sumber permodalan kepada pelaku UMKM dan koperasi karena sampai hari ini yang banyak diketahui oleh masyarakat hanya masalah kredit usaha rakyat, “katanya di Jakarta, kemarin.
Eddy mengatakan banyak lembaga pembiayaan dengan polanya masing-masing dalam menyalurkan dana yang dapat dipakai untuk membantu masalah permodalan yang menjadi salah satu kendala utama UMKM dan koperasi di Ibu Kota dalam mengembangkan bisnisnya.
Adapun, saat ini terdapat sejumlah pola pembiayaan atau skema permodalan UKM yang sudah berjalan, seperti program pemberdayaan masyarakat kota (PPMK) dan lembaga pengelola dana bergulir koperasi usaha mikro kecil dan menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM. Pola pembiayaan Menurut Eddy, pihaknya segera merealisasikan UMKM dan koperasi yang diamanatkan oleh Kadin Indonesia untuk menjadi proyek percontohan bagi Kadin daerah secara nasional. “Tim segera bekerja untuk mempersiapkan pembentukan pola pembiayaan itu hingga di tingkat Kadin Wilayah. Ini akan menjadi pilot projek untuk Kadin-kadin daerah yang lain dalam membantu UMKM dan koperasi mendapatkan kemudahan memperoleh permodalan,” Wakil Ketua Bidang UMKM Kadin Indonesia Sandiaga Uno mengatakan sulitnya UMKM dan koperasi mendapatkan akses permodalan itu tercermin dari rating Indonesia dalam G20 yang menempati urutan sangat rendah dalam hal kemudahan mendapat dana perbankan. Berdasarkan survei lembaga rating internasional baru-baru ini Indonesia menempati rangking ke 113, yang relatif sana dengan Negara Ghana, Nepal, Zimbabwe, Bolivia. “Sedangkan di tingkat Asean, ternyata Malaysia jauh lebih mudah atau peringkat pertama.”ungapnya. Ketua Bidang Koperasi Kadin Jaya Nasfii Burhan menjelaskan Kadin Jaya telah membentuk koperasi simpan pinjam yang merupakan salah satu dari keputusan Rapat Pimpinan Propinsi I/2009 Kadin Jaya. “Koperasi yang merupakan mitra usaha Kadin Jaya itu dapat menjadi penyaluran permodalan bagi para pengusaha skala UMKM di Jakarta. Di samping itu juga pola pembiayaan baru yang sedang dalam proses perumusan,”katanya. Bisnis Indonesia |