| 70.000 Koperasi berkualitas sulit dicapai tahun ini |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Senin, 22 Februari 2010 00:00 |
|
Dukungan dana masih jadi kendala
JAKARTA: Target pemerintah mencapai 70.000 koperasi berkualitas pada periode 2010 dipastikan hampir gagal, karena agenda penambahan jumlah tahun ini diperkirakan hanya sekitar 1.000 koperasi.
Pada tahun lalu Kementerian Negara Koperasi dan UKM berhasil mencatat 10.000 koperasi berkualitas. Namun pada tahun ini terkendala anggaran, sehingga target penyelesaian 70.000 berkualitas sudah pasti tertunda.
Untung Tri Basuki, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Negara Koperasi dan UKM, mengatakan kendala keterbatasan dana operasional pendataan mencakup di 33 provinsi.
“Dengan keterbatasan dana saat ini, angka ideal yang mungkin tercapai hanya 1.000 koperasi, “kata Untung tanpa memerinci alokasi dana operasionalisasi pendataan tahun ini, akhir pekan lalu. Sampai saat ini, jumlah koperasi berkualitas yang telah dicapai sebanyak 52.000 unit. Dengan prediksi tambahan 1.000 unit pada 2010, masih tersisa 17.000 koperasi yang jadi target. Pendataan akan dilanjutkan pada program kerja 2011. Pencapaian 70.000 unit koperasi berkualitas dilakukan Kementerian Negara Koperasi dan UKM melalui metodologi pemeringkatan, karena menjadi instrument bagi gambaran kinerja dan tingkat kualitas koperasi. Dengan transparansi penilaian, objektivitasnya diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan pihak terkait terhadap koperasi. Baik dari internal koperasi, masyarakat, lembaga pembiayaan seperti bank dan nonbank serta pihak yang berhubungan dengan koperasi. Selama ini, belum banyak terjadi kerja sama bisnis antara koperasi dan badan usaha lain. Oleh karena itu, setelah 70.000 koperasi ditemukan dari total sekitar 150.000, Kementerian Koperasi dan UKM akan mempublikasikannya. “Selain pihak yang berkepentingan bisa mengetahui mana saja koperasi yang berkualitas untuk jadi mitra usaha, mereka juga mengetahui koperasi mana saja yang tengah tidur dari aktivitasnya. Untung menambahkan jumlah koperasi berkualitas memalui pemeringkatan bisa saja lebih dari 1.000 pada tahun ini. Dengan catatan, apabila ada dukungan dari APBN-P. Cari data Guna mendukung pencapaian koperasi berkualitas, Dinas Koperasi dan UKM diminta menjalankan kegiatan serupa mencari data-data koperasi yang dimaksud. Terutama mendata koperasi yang telah berbadan hukum. Dengan konsep tersebut, akan diketahui kinerja 70.000 koperasi terbaik nasional, termasuk data aset maupun aktivitas usahanya. Koperasi berkualitas yang telah berdata baru sekitar 74,2%. Namun, Kemenkop telah merekomendasikan kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) untuk dijadikan sebagai mitra penyalur dana bergulir bagi pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Bisnis Indonesia |