| Ratusan UKM Kota Depok Terancam Kolaps |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Selasa, 23 Februari 2010 16:20 |
|
RATUSAN usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Depok terancam kolaps. Penyebabnya, kekurangan modal kerja, kesulitan memasarkan produk, dan kurangnya perhatian dari pemerintah daerah.
Hal itu mengemuka pada pertemuan antara pelaku UKM yang tergabung dalam UKM Center Kota Depok dan jajaran Dinas Koperasi, UKM, dan Pasar Kota Depok di ITC kota Depok, kemarin.
Tika Mirza pedagang kue di ITC Depok, mengaku dirinya mulai kehabisan modal dan usahanya terancam bangkrut bersama 100 temannya. “Awalnya saya tertarik mengelola UKM karena, kata pemerintah, UKM cepat menghasilkan uang. Nyatanya, usaha saya tidak berkembang. Kerupuk dan kue-kue saya banyak tidak terjual,” kata Tika.
Rahayu, pedagang kue lainnya, mengatakan pelaku UKM sangat kebingunan memasarkan produksi mereka. Adapun UKM Center yang memiliki peranan penting dalam menggairahkan UKM ternyata gagal memasarkan produk UKM. “Sudah satu tahun saya mempromosikan kue di UKM Center di lantai 1 ITC Depok, tapi tidak laku. Padahal, tiap bulan saya bayar iuran. Kalau begini terus, modal bisa habis.” Ujarnya. Keluhan dilontarkan pula Ketua UKM Center, Trisna. Ia menyayangkan Pemkot Depok selaku fasilitator dan pembina UKM tidak mempromosikan dagangan mereka di Kota Depok sehingga mati suri. “Seharusnya, pemkot menggelar temu bisnis antara pelaku UKM dan pengelola perbankan sebagai penyedia modal.” Saat menanggapi itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Pasar Kota Depok Herman Hiadayat berjanji akan menggelar temu bisnis serta memamerkan produk-produk unggulan UKM pada 2010 agar pelaku UKM tidak gulung tikar. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok Abdul Haris mengatakan penggangguran di Kota Depok kini mencapai 102.500 orang. Media Indonesia |