| Koperasi simpan pinjam belum bisa salurkan KUR |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Senin, 08 Maret 2010 16:48 |
|
JAKARTA: Pemerintah belum membuka peluang terhadap koperasi simpan pinjam (KSP), termasuk ke Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa), yang berminat melaksanakan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) secara langsung.
Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan mengatakan untuk sementara ini keinginan KSP-KSP tersebut sebaiknya direalisasi melalui linkage program saja, karena untuk menyalurkan dana KUR secara langsung, persyaratannya sangat banyak.
“Harus ada evaluasi atas sistem manajemen dan operasionalisasi yang telah mereka lakukan selama ini. Paling tidak, penilaian itu dilakukan secara timbal-balik. Artinya, keinginan itu tidak serta merta bisa diterima, “ujarnya kemarin.
Lembaga keuangan lainnya di atas level operasional KSP, yakni bank perkreditan rakyat (BPR) juga belum dibuka peluang untuk dilibatkan dalam penyaluran KUR untuk mencapai target pemerintah sebesar Rp20 triliun per tahun, mulai tahun ini hingga 2014. Menurut Menteri Koperasi, Kospin Jasa maupun KSP Kodanusa serta KSP Nasari, tiga KSP terbesar di Indoensia, bisa saja mengklaim mereka mampu menjadi penyalur KUR. Akan tetapi, apakah pernyataan itu telah didukung faktor-faktor lain. Karena itu, dia menyarankan KSP dilibatkan melalui linkage program saja. Kalau Kospin Jasa dan KSP lain mau terlibat, harus dilihat berapa besar dana pihak ketiga yang berhasil mereka galang. Ini penting, karena dana KUR yang disalurkan perbankan, bukan dana pemerintah maupun bank. Namun, dana pihak ketiga atau masyarakat yang didepositokan di bank. “Akan tetapi, ketika dana itu disalurkan melalui program KUR, telah dijamin oleh perusahaan asuransi penjamin.: ungkap Sjarifuddin. Sudah layak Secara terpisah, Andy Arslan, Ketua IV Kospin Jasa, mengatakan kekuatan mereka menyalurkan kredit, sesuai dengan target yang disasar pemerintah, yakni debitur KUR mikro. Jadi sudah layak dilibatkan dalam penyebaran dan perluasan program tersebut. “Kami telah membuktikan diri sebagai koperasi simpan pinjam terbesar di Indonesia. Jadi, sangat layak kalau diberi kesempatan menyalurkan KUR kepada usaha mikro, kecil dan menengah.” Jika dinilai secara head to head, kata Andy, Kospin Jasa memang tidak akan bisa mengikuti jejak perbankan untuk menyalurkan kredit. Namun, karena wilayah operasional koperasi lebih terfokus di daerah-daerah yang belum tersentuh perbankan, maka pemerintah sebaiknya memberi kepercayaan. Saat ini Kospin Jasa telah menyalurkan kredit senilai Rp1,2 triliun. Sekitar 90% dari nilai tersebut, disalurkan kepada pelaku usaha mikro dengan besaran mulai Rp1 juta hingga Rp100 juta, sedangkan jumlah debitur mencapai 30.000 orang di berbagai daerah. Jumlah kantor cabang Kospin Jasa di Indonesia saat ini, termasuk kantor cabang syariah mencapai 83. Sistem layanannya juga sudah online ke seluruh jaringan kantor cabang, kecuali cabang syariah yang belum bisa melayani secara online. Bisnis Indonesia |