| Dana bergulir 2010 turun |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Senin, 28 Desember 2009 17:21 |
|
Pinjaman besar diminta melalui koperasi sekunder
Jakarta : Lembaga Pengelola Dana bergulir (LPDB) menganggarkan penyaluran pinjaman pada 2010 sebesar Rp.575 miliar, lebih rendah 34,91% dari nilai anggaran tahun ini Rp838,36 miliar. Berdasarkan laporan Kementrian Negara Koperasi dan UKM, dana bergulir tersebut berasal dari dua sumber, yakni dana APBN-2010, serta rencana bisnis dan anggaran (RBA) BLU. Dana bergulir yang bersumber dari APBN-2010 sebesar Rp400 miliar yang akan disalurkan melalui 174 koperasi, 19 perusahaan modal ventura, satu bank, dan empat lembaga keuangan bukan bank.
Adapun dana yang bersumber dari rencana bisnis dan anggaran badan layanan umum (RBA-BLU) sebesar Rp175 miliar, yang akan disalurkan kepada 45 koperasi, empat bank dan 20 lembaga keuangan bukan bank. “Total rencana penyaluran LPDB-KUMKM tahun anggaran 2010 sebesar Rp575 miliar, “demikian dokumen Optimalisasi Penyaluran Dana Bergulir LPDB-KUMKM Tahun Anggaran 2010, yang diperoleh Bisnis baru-baru ini. Dibandingkan dengan anggaran penyaluran pada tahun ini, nilai dana bergulir yang diproyeksikan tersalur pada 2010 lebih sedikit, demikian juga dari sisi jumlah koperasi penerimanya. Pada tahun ini, pemerintah merencanakan penyaluran dana bergulir senilai Rp883,36 miliar kepada 3.005 koperasi dan 29 lembaga keuangan nonkoperasi. Akan tetapi, realisasi jauh dari rencana tahun ini. Berdasarkan laporan LPDB KUMKM per 12 November 2009, realisasi penyaluran dana bergulir Rp438,28 miliar. Pencairan dana dilakukan oleh 519 koperasi, dan 29 lembaga non koperasi. Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama LPDB-KUMKM Fadjar Sofyar menyilakan penggunaan data yang bersumber dari laporan LPDB-KUMKM pada Rakornas Kementrian Negara Koperasi dan UKM. Namu, dia belum bisa memastikan angka-angka tersebut karena dirinya yang sedang dalam perjalanan ke Semarang tidak memegang data tersebut. “Setelah kembali saya baru bisa memastikan akurasi data-data sebenarnya,” ungkap Fadjar. Akan tetapi, katanya, anggaran pada 2010 tidak bisa disebut kecil, karena ada tambahan dari sisa anggaran yang tidak tersalurkan pada tahun ini sebesar Rp483 miliar. Di atas Rp1 miliar Menanggapi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM, Direktur Eksekutif Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) arizon Hendry meminta pinjaman langsung kepada koperasi primer tidak lebih dari Rp1 miliar. “Kecuali koperasi primer itu memang sudah besar dan benar-benar sehat. Pinjaman di atas Rp1 miliar sebaiknya melalui koperasi sekunder, “ujarnya. Dia beralasan apabila pinjaman diberikan langsung kepada koperasi primer koperasi sekunder tersaingi, dan terancam tidak mendapatkan bagian dalam bisnis jasa keuangan mikro. Inkopsyah merupakan satu dari tiga koperasi sekunder yang dipercaya menjadi koperasi primer baitul mal wattanwil anggotanya. Selain itu, Induk Koperasi Simpan Pinjam (IKSP), dan Induk Koperasi Wanita (Inkowan). Ginting.Munthe |