Klik Gambar untuk Mengunduh File

Umbul-Umbul

pdf

Gambar
Pengumuman Hasil Tes Pelamar Calon Pegawai LPDB-KUMKM Tahun 2012
Kamis, 02 Februari 2012
KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I. LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN... Selanjutnya...
Gambar
Proses Pemberian Pinjaman/Pembiayaan LPDB-KUMKM
Senin, 30 Januari 2012
KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I. LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN... Selanjutnya...
Gambar
Surat Edaran Tentang Perpindahan Kantor LPDB-KUMKM
Kamis, 29 September 2011
KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I. LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN... Selanjutnya...
Gambar
Edaran Tentang Optimalisasi Penyaluran Dana Bergulir oleh LPDB-KUMKM
Kamis, 20 Januari 2011
KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I. LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN... Selanjutnya...
Gambar
Surat Edaran Tentang Pemberitahuan Mengenai Adanya Upaya Penyalahgunaan Nama LPDB-KUMKM
Rabu, 22 September 2010
KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I. LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN... Selanjutnya...
Suku Bunga Pinjaman LPDB Tahun Ini Ditargetkan Turun PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 08 April 2010 15:57
Melalui Koperasi Primer Besarannya Jadi 9,5 Persen


BANDUNG, (PR)

Suku bunga pinjaman dana bergulir yang disalurkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) melalui koperasi primer ditargetkan turun dari 10,5 persen jadi 9,5 persen tahun ini.

Selain untuk menyokong pertumbuhan sektor usaha kecil menengah (UKM), penurunan suku bunga ini untuk mengimbangi minimnya daya serap dana bergulir.

“Akan tetapi, kami masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan, “ ujar Direktur Utama (Dirut) Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Fadjar Sofyar pada diskusi ekonomi di Redaksi Pikiran Rakyat , Jln. Soekarna-Hatta, Bandung, Rabu (7/4).


Selain Fadjar, tampil sebagai pembicara Direktur Utama Pikiran Rakyat Syafik Umar dan Wakil Rektor Ikopin Adeng Kasmiri. Acara dipandu Rektor Ikopin Rully Indrawan.


Fadjar mengatakan, jika penyaluran dana bergulir semakin besar, tidak tertutup kemungkinan suku bunga dana bergulir koperasi primer akan kembali turun. Namun, khusus suku bunga bergulir yang disalurkan melalui koperasi sekunder, besarannya tetap 4,5 persen.


Dijelaskan, sejauh ini penyerapan dana bergulir masih minim. Sejak 2008 hingga Februari 2010, total dana yang terserap baru Rp 262,7 miliar. Dana ini disalurkan kepada 14.461 KUMKM melalui 703 koperasi dan 25 nonkoperasi.


Dari angka penyaluran sepanjang 2008 sampai Februari 2010, Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk dan UKM terbesar hanya menyerap 6,85 persen atau Rp 17,99 miliar. Dana disalurkan melalui 38 koperasi dan 46 KUKM-PPU. Angka ini jauh di bawah Jawa Timur yang 26 persen.


Rp 1,185 Triliun
Tahun ini, LPDB-KUMKM membidik target penyaluran Rp 1,185 triliun bagi 1.508 koperasi, 52 nonkoperasi, dan 111-165 KUMKM di 33 provinsi Indonesia. Padahal, hingga 28 Februari realisasi pengalihan dana bergulir dari program Kementerian Koperasi dan UKM ke LPDB-KUMKM baru Rp 22,7 miliar (18,38 persen).


Terbatasnya account officer (AO) yang hanya sembilan orang, minimnya sosialisasi, hingga baru disetujuinya penyaluran pinjaman melalui koperasi primer pada 18 Agustus 2009 oleh Kementerian Koperasi disebut Fadjar sebagai penyebab rendahnya daya serap. Untuk itu, ia meminta asosiasi terkait, mulai dari Kadin, Dinas KUMKM, HIPMI, dll ikut berperan aktif dalam proses sosialisasi.


Wakil Rektor Ikopin, Adeng Kasmiri memilai, penurunan suku bunga dana bergulir yang disalurkan melalui koperasi primer sudah menjadi keharusan. Bahkan, menurut dia, angka 9,5 persen belumlah ideal. “Suku bunganya masih bisa diturunkan. Prosesnya bisa di lakukan bertahap.”katanya.


Di sisi lain, ia juga meminta agar untuk 2010 alokasi penyaluran dana bergulir bagi Jabar ditingkatkan. Sebagai provinsi dengan jumlah UKM terbesar, menurut dia, sudah sepantasnya jika Jabar harus bisa menyerap di atas 26 persen,”tuturnya.


Hal senada dilontarkan Direktur Utama Pikiran Rakyat yang juga Ketua Koperasi Sauyunan, H Syafik Umar. Dia berharap, Jabar segera menyusun regulasi yang mendorong peningkatan daya serap bantuan bergulir.


Menurut dia, dana bergulir ini menjadi solusi paling realistis bagi masalah permodalan UKM, mengingat bunga kredit bank yang masih tinggi, rata-rata di atas dua belas persen.

(A-150/CA-04)

Pikiran Rakyat

 
Joomla 1.5 Templates by JoomlaShine.com