| Lembaga Dana Bergulir Pacu Daya Saing |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Kamis, 19 Agustus 2010 15:13 |
|
Optimalisasi layanan lewat bunga kompetitif
Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemas Danial mengemukakan hal itu pada penandatanganan pakta integritas serta penandatanganan kerja sama dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kamal Sofyan di Jakarta, kemarin.
“Kami akan memberikan pelayanan lebih cepat kepada KUMKM dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Cepat, namun kami tetap auditable,” kata Kemas Danial sebelum penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan Kejaksaan Agung.
Saat ini, dia mengakui memang banyak lembaga permodalan yang melayani pembiayaan terhadap KUMKM. Akan tetapi, LPDB bertekad memberikan yang terbaik, terutama dalam hal bunga yang kompetitif. Kemas juga berjanji dalam waktu dekat segera memperbaiki kelemahan di bidang SDM yang masih terbatas jumlahnya. Hingga Agustus tahun ini, LPDB telah menggulirkan dana sebesar Rp333,5 miliar kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Selain itu senilai Rp149,5 miliar disalurkan kepada koperasi, dan sejumlah Rp104,1 miliar lagi kepada mitra LPDB seperti koperasi dan perusahaan modal ventura melalui perbankan Rp79,6 miliar. Adapun, alokasi anggaran lembaga pengelola dana bergulir di bawah koordinasi Kementerian Koperasi dan UKM tersebut pada tahun ini sebesar Rp1,18 triliun. Untuk menghantarkan dana-dana tersebut kepada KUMKM, LPDB akan meningkatkan jumlah SDM-nya. Saat ini besaran bunga yang diberlakukan LPDB kepada koperasi primer sebesar 9,5% per tahun. Adapun kepada koperasi sekunder lebih rendah, yakni 6,5%. Namun, beberapa mitra LPDB seperti perusahaan modal ventura, koperasi sekunder manikkan bunganya kepada anggotanya berstatus UMKM untuk mendapat split. “Dalam mendukung upaya percepatan dan ketepatan penyaluran dana bergulir ke tengah masyarakat dan monitoring dalam penggunaan serta pengembalian, maka perlu dinyatakan kepada khalayak luas tentang komitmen kami dalam bekerja melakukan tugas serta kewajiban. Terutama untuk tetap dalam koridor hokum yang berlaku.” Jamdatun Kamal Sofyan mengemukakan, permasalahan hukum di Indonesia saat ini sangat kompleks, sesuai dengan perkembangan situasi global. Terlebih, dalam kegiatan momentum mengharapkan segala cara untuk mencapai keuntungan. “hukum adalah karya cipta manusia sehingga selalu tidak terluput dari kekurangan. Celah-celah itu selalu dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi untuk mencari keuntungan dengan tidak mengindahkan kerugian Negara,” kata Kamal Sofyan. Layanan optimal Sebelumnya memasuki hari jadi ke-4, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) juga mencanangkan pelayanan optimal kepada pelaku sektor riil dengan tema Siap membantu koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM). “Bila diibaratkan manusia, maka usia 4 tahun masih kecil untuk bisa melakukan hal-hal besar. Tetapi, kami tidak ingin selalu diidentikan dengan itu,” kata Kemas kemarin. Akan tetapi, kata dia, LPDB ingin agar pada momen perayaan itu ingin membuktikan kegigihan dan keseriusan memajukan perekonomian kerakyatan di Indonesia. Dengan MoU bersama Jamdatun, diharapkan LPDB semakin bersemangat mempercepat proses penyaluran. “Kami akan selalu mengikuti proses dan persyaratan. Termasuk mengharapkan para mitra yang mendapatkan dana bergulir, ikut serta bertanggung jawab dalam menyalurkan kembali ke UKM atau memantau pengembalian dari UKM,” katanya Bisnis Indonesia Mulia Ginting |