Suku Bunga Pinjaman LPDB Tahun Ini Ditargetkan Turun


Kamis, 08 April 2010 15:57
Melalui Koperasi Primer Besarannya Jadi 9,5 Persen

BANDUNG, (PR)
Suku bunga pinjaman dana bergulir yang disalurkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) melalui koperasi primer ditargetkan turun dari 10,5 persen jadi 9,5 persen tahun ini.

Selain untuk menyokong pertumbuhan sektor usaha kecil menengah (UKM), penurunan suku bunga ini untuk mengimbangi minimnya daya serap dana bergulir.

“Akan tetapi, kami masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan, “ ujar Direktur Utama (Dirut) Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Fadjar Sofyar pada diskusi ekonomi di Redaksi Pikiran Rakyat , Jln. Soekarna-Hatta, Bandung, Rabu (7/4).

Selain Fadjar, tampil sebagai pembicara Direktur Utama Pikiran Rakyat Syafik Umar dan Wakil Rektor Ikopin Adeng Kasmiri. Acara dipandu Rektor Ikopin Rully Indrawan.

Fadjar mengatakan, jika penyaluran dana bergulir semakin besar, tidak tertutup kemungkinan suku bunga dana bergulir koperasi primer akan kembali turun. Namun, khusus suku bunga bergulir yang disalurkan melalui koperasi sekunder, besarannya tetap 4,5 persen.

Dijelaskan, sejauh ini penyerapan dana bergulir masih minim. Sejak 2008 hingga Februari 2010, total dana yang terserap baru Rp 262,7 miliar. Dana ini disalurkan kepada 14.461 KUMKM melalui 703 koperasi dan 25 nonkoperasi.

Dari angka penyaluran sepanjang 2008 sampai Februari 2010, Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk dan UKM terbesar hanya menyerap 6,85 persen atau Rp 17,99 miliar. Dana disalurkan melalui 38 koperasi dan 46 KUKM-PPU. Angka ini jauh di bawah Jawa Timur yang 26 persen.

Rp 1,185 Triliun
Tahun ini, LPDB-KUMKM membidik target penyaluran Rp 1,185 triliun bagi 1.508 koperasi, 52 nonkoperasi, dan 111-165 KUMKM di 33 provinsi Indonesia. Padahal, hingga 28 Februari realisasi pengalihan dana bergulir dari program Kementerian Koperasi dan UKM ke LPDB-KUMKM baru Rp 22,7 miliar (18,38 persen).

Terbatasnya account officer (AO) yang hanya sembilan orang, minimnya sosialisasi, hingga baru disetujuinya penyaluran pinjaman melalui koperasi primer pada 18 Agustus 2009 oleh Kementerian Koperasi disebut Fadjar sebagai penyebab rendahnya daya serap. Untuk itu, ia meminta asosiasi terkait, mulai dari Kadin, Dinas KUMKM, HIPMI, dll ikut berperan aktif dalam proses sosialisasi.

Wakil Rektor Ikopin, Adeng Kasmiri memilai, penurunan suku bunga dana bergulir yang disalurkan melalui koperasi primer sudah menjadi keharusan. Bahkan, menurut dia, angka 9,5 persen belumlah ideal. “Suku bunganya masih bisa diturunkan. Prosesnya bisa di lakukan bertahap.”katanya.

Di sisi lain, ia juga meminta agar untuk 2010 alokasi penyaluran dana bergulir bagi Jabar ditingkatkan. Sebagai provinsi dengan jumlah UKM terbesar, menurut dia, sudah sepantasnya jika Jabar harus bisa menyerap di atas 26 persen,”tuturnya.

Hal senada dilontarkan Direktur Utama Pikiran Rakyat yang juga Ketua Koperasi Sauyunan, H Syafik Umar. Dia berharap, Jabar segera menyusun regulasi yang mendorong peningkatan daya serap bantuan bergulir.

Menurut dia, dana bergulir ini menjadi solusi paling realistis bagi masalah permodalan UKM, mengingat bunga kredit bank yang masih tinggi, rata-rata di atas dua belas persen.

(A-150/CA-04)

Pikiran Rakyat

Lembaga Pengelola Dana Bergulir - KUMKM

Jl. Letjend. MT. Haryono Kav. 52-53
Jakarta 12770 - Kotak Pos 4370
Telp. 021-7901440, 7990756
Fax. 021-7989746

Copyrights © 2014. LPDB. All Rights Reserved